Earth planet (studiogstock/Magnific, 2026)

Coba berhenti sejenak, lalu lihatlah sekelilingmu. Kursi tempatmu duduk terlihat diam. Rumahmu tidak bergerak. Jalan di depan rumah juga terlihat tenang. Tetapi sebenarnya, kamu sedang bergerak dengan kecepatan luar biasa tinggi. Bukan karena naik mobil, kereta, bahkan pesawat.Kamu sedang berdiri di atas Bumi yang terus berputar. Menurut NASA, Bumi berotasi pada porosnya dan membutuhkan sekitar 23,9 jam untuk sekali putaran. Di sekitar khatulistiwa, permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan sekitar 1.600 km/jam. Selanjutnya, pertanyaannyavsederhana, tetapi cukup mengherankan,

Kalau Bumi bergerak dengan sangat cepat, mengapa kita tidak terlempar ke luar angkasa?

Jawabannya karena adanya gravitasi. Perlu kamu ketahui, Bumi bukanlah bola raksasa yang diam di ruang angkasa. Planet ini berputar pada porosnya. Bahkan, selain berotasi, Bumi juga mengorbit Matahari dengan kecepatan sekitar 107.000 km/jam. Artinya, saat kamu membaca artikel ini, kamu sedang melakukan perjalanan yang sangat cepat bersama Bumi. Namun, kamu tidak merasa sedang bergerak kan? Mengapa? Karena kamu sedang bergerak bersama Bumi. Atmosfer, lautan, bangunan, kendaraan, manusia, dan hampir seluruh benda di permukaan Bumi ikut bergerak dalam sistem yang sama. NASA menjelaskan bahwa gerakan Bumi tidak terasa secara langsung karena gerakan tersebut relatif konstan. Akan tetapi, kamu akan lebih mudah merasakan perubahan gerak, seperti ketika kendaraan tiba-tiba mengerem atau berakselerasi. Bayangkan kamu duduk di dalam pesawat yang terbang mulus dengan kecepatan konstan. Pastinya, kamu tetap bisa minum, membaca buku, atau berjalan ke toilet. Pesawat bergerak sangat cepat, tetapi kamu tidak merasa sedang melaju dengan kecepatan ratusan kilometer per jam. Jadi, prinsip sederhananya pun sama.

Penampakan Bumi (Magnific/Magnific)

Siapa yang “menahan” mu?

Kamu tidak merasakan putaran cepat yang memungkinkan kamu pusing tujuh keliling sebab adanya peran gravitasi. Menurut NASA Space Place, gravitasi adalah gaya yang menarik benda-benda bermassa satu sama lain. Gravitasi Bumi menarik dirimu menuju pusat Bumi. Itulah sebabnya ketika kamu melempar bola ke atas, bola akhirnya kembali jatuh. Itulah sebabnya juga air hujan turun ke tanah. Dan itulah sebabnya kamu tidak terbang bahkan terlempar ketika Bumi berputar. Perlu kamu ketahui, ada efek dari rotasi Bumi yang arahnya menjauh dari sumbu rotasi. Dalam kerangka yang berputar, efek ini biasa disebut gaya sentrifugal. Namun, jangan membayangkan gaya tersebut seperti tangan raksasa yang sedang mendorongmu keluar dari Bumi. Secara fisika, rotasi Bumi membuat berat efektif sedikit lebih kecil dibandingkan jika Bumi tidak berotasi. Akan tetapi pengaruhnya kecil.

Gravitasi Bumi jauh lebih kuat

Di permukaan Bumi, percepatan gravitasi sekitar 9,8 m/s². Sementara itu, efek rotasi Bumi di sekitar khatulistiwa hanya sekitar 0,034 m/s². Dengan kata lain, efek rotasi hanya sekitar 0,35 persen dari percepatan gravitasi. Jadi, meskipun angka 1.600 km/jam terlihat dan terdengar sangat besar, namun kecepatan tersebut tidak serta-merta membuatmu berada di ambang terlempar dari permukaan Bumi. Mengapa? Karena kecepatan saja tidak cukup untuk menentukan penyebab manusia/benda akan terlepas dari Bumi. Yang terpenting adalah arah gerak dan percepatan yang diperlukan untuk mempertahankan gerakan melingkar tersebut. Bumi memiliki gravitasi yang cukup kuat untuk menjagamu tetap berada di permukaannya.

Mengapa orang berada di khatulistiwa tidak lebih mudah terlempar?

Pertanyaan ini menarik. Kecepatan rotasi memang paling besar di sekitar khatulistiwa. Menurut data NASA, Bumi memiliki diameter sekitar 12.756 kilometer di wilayah khatulistiwa. Karena titik di khatulistiwa harus menempuh lingkaran yang lebih besar dalam satu kali rotasi, kecepatannya menjadi lebih tinggi dibandingkan wilayah yang lebih dekat ke kutub. Namun, meskipun demikian, efek rotasi tetap jauh lebih kecil daripada gravitasi. NASA menjelaskan bahwa rotasi Bumi memang menyebabkan berat benda sedikit berbeda berdasarkan lokasi. Seseorang akan memiliki berat efektif sedikit lebih rendah di khatulistiwa dibandingkan di kutub. Tetapi perbedaannya kecil. Jadi, orang yang tinggal di khatulistiwa tidak sedang berada di ambang bahaya sehingga terlempar ke luar angkasa.

Bagaimana kalau Bumi berputar jauh lebih cepat?

Nah, di sinilah jawabannya menjadi lebih menarik. Bayangkan sebuah benda diputar menggunakan tali. Makin cepat benda diputar, makin besar kecenderungan benda bergerak menjauh dari pusat lintasannya. Hal itu kemungkinan terjadi jika tidak ada gaya yang menahannya. Konsep tersebut juga berlaku pada rotasi Bumi. Dalam gerak melingkar, percepatan sentripetal dapat dituliskan dalam persamaan berikut.

a=v2ra = \frac{v^2}{r}

Artinya, perubahan kecepatan memiliki pengaruh besar terhadap percepatan untuk mempertahankan gerakan melingkar. Jika Bumi berputar jauh lebih cepat, efek rotasinya akan makin besar. Pada kondisi ekstrem, jika rotasi Bumi cukup cepat sehingga efek tersebut mampu mengimbangi gravitasi di sekitar khatulistiwa, benda-benda di sana dapat kehilangan kontak dengan permukaan Bumi. Namun, Bumi saat ini masih sangat jauh dari kondisi tersebut. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk khawatir tiba-tiba terlempar ke angkasa hanya karena Bumi sedang berputar.

Mengapa tidak terasa kelajuannya?

Ini mungkin bagian yang paling menarik. Kita tidak memiliki “speedometer” yang memberi tahu bahwa sedang ikut bergerak 1.600 km/jam. Kamu hanya merasakan adalah perubahan kecepatan atau percepatan. Ketika mobil mendadak menginjak rem, tubuh kita terdorong ke depan. Ketika mobil tiba-tiba berakselerasi, tubuh terasa terdorong ke belakang. Ingat, Bumi tidak melakukan perubahan kecepatan secara mendadak seperti itu. Kamu, udara, laut, rumah, dan segala sesuatu di sekitarmu sudah ikut bergerak bersama Bumi. Karena itu, permukaan Bumi terasa seperti sesuatu yang diam. Padahal sebenarnya sedang bergerak. Bahkan sangat cepat.

Jadi, apakah kita benar-benar “diam”?

Tidak. Ketika kamu duduk diam di kursi, sebenarnya kamu sedang mengalami beberapa gerakan sekaligus. Kamu ikut berotasi bersama Bumi. Kamu juga ikut mengorbit Matahari. Tata surya sendiri bergerak mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti. Namun, semua gerakan tersebut terjadi dalam sistem yang sama dan tidak membuat kita tiba-tiba terlempar. Pada akhirnya, bukan karena Bumi berputar dengan lambat kita bisa tetap berdiri. Bumi memang berputar sangat cepat. Kamu tetap berada di permukaannya karena gravitasi Bumi menjagamu tetap terikat. Sementara kamu dan lingkungan sekitarmu bergerak bersama planet tersebut. Jadi, lain kali ketika sedang duduk santai dan merasa tidak bergerak ke mana-mana, ingat satu hal:

Anda sebenarnya sedang melaju ribuan kilometer per jam menembus ruang angkasa.

Hanya saja, kamu tidak sedang bepergian sendirian. Kamu sedang bepergian bersama Bumi.

Sumber Referensi:

NASA Science. 2026. Earth. NASA. Di akses dari https://science.nasa.gov/earth/facts/ pada 21 Agustus 2026.

NASA Spaceplace. 2020. What Is Gravity? NASA. Di akses dari https://spaceplace.nasa.gov/what-is-gravity/en/ pada 21 Agustus 2026.

Lunine, Jonathan I. 2026. Earth. Britannica. Di akses dari https://www.britannica.com/place/Earth pada 21 Agustus 2026.

Sumber Gambar:

Gambar Cover: studiogstock/Magnific. 2026. Di akses dari https://www.magnific.com/free-vector/space-earth-planet-icon_136484496.htm#fromView=search&page=1&position=19&uuid=406f9d8e-e873-498c-b4a7-655ecd5cafce&track=ais_hybrid&query=earth pada 21 Agustus 2026.

Gambar permukaan bumi: Magnific/Magnific. 2026. Di akses dari https://www.magnific.com/free-photo/3d-rendering-planet-earth_44957921.htm#fromView=search&page=1&position=3&uuid=406f9d8e-e873-498c-b4a7-655ecd5cafce&track=ais_hybrid&query=earth pada 21 Agustus 2026.